Emas Jatuh Beruntun 4 Hari, Pemulihan Pasar Saham Kurangi Permintaan Safe Haven

(MentariMulia) – Emas melemah pada Rabu, seiring rebound di pasar saham mengurangi beberapa safe haven logam mulia dengan tekanan tambahan dari penguatan greenback.

Saham Asia naik dari posisi terendah selama empat tahun seiring upaya China untuk menstabilkan mata uangnya saat pasar ekuitas dalam keadaan yang tenang, bahkan minyak menandai tonggak sejarah baru dengan berada di bawah $30 per barel.

Sebuah rebound yang terlambat pada saham energi dan biotek membantu mendorong S&P 500 mengalami kenaikan untuk hari kedua secara berturut-turut pada Selasa dan indeks FTSEurofirst 300 Pan-Eropa naik sebanyak 1,1% setelah selama empat sesi mengalami penurunan.

Spot emas turun sebesar 0,2% menjadi $1,085.20 per ons pukul 13.30WIB dan Emas berjangka AS melemah sebesar 0,2% menjadi $1,083.20.

Emas melemah dikisaran harga $1,083 berada didekat level support yang pertama dikarenakan adanya rebound dipasar saham dan mengurangi safe haven untuk emas. Apabila emas melewati level support yang pertama maka emas memiliki kesempatan untuk terus bergerak mendekati level support yang kedua pada harga $1,073.87.

Tetapi emas memiliki kemungkinan untuk bergerak naik jika kembali terjadi kepanikan di pasar ekuitas dan melemahnya dollar. Saat ini emas berada dibawah level resistance yang pertama pada harga $1,095.73, jika emas berhasil melewati level resistance yang pertama maka emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak mendekati level resistance yang kedua pada harga $1,105.27.

Rally logam kuning pada awal Januari untuk level tertinggi selama sembilan minggu telah kehabisan tenaga seiring ekspektasi mengenai kenaikan suku bunga AS lanjutan menurunkan permintaan untuk asset yang tidak membayar bunga, sementara meningkatkan dolar.

The Fed menaikkan suku bunga pada bulan Desember dan perhatian telah bergeser ke beberapa kenaikan yang akan mengikuti pada tahun 2016.

Dolar kokoh dikarenakan perburuan untuk mata uang safe haven seperti yen dan euro yang terhenti sementara setelah pihak China melakukan intervensi besar-besaran untuk membendung jatuhnya yuan.

Kepemilikan di ETF emas terbesar di dunia, SPDR New York, naik menjadi 2,1 ton pada hari Senin, data menunjukkan hal tersebut.

Cina telah meluncurkan perdagangan emas antar bank di awal tahun ini, salah satu dari upaya yang lebih luas untuk membuka pasar bullion negara dan meningkatkan investasi keuangan pada konsumen terbesar di dunia dari logam mulia ini.