Emas Lanjut Naik Atas Kemerosotan Saham dan Ketegangan Timur Tengah

(Mentarimulia) – Emas lanjutkan pergerakan naik pada Selasa siang setelah harga bergolak semalam, sebagai akibat dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kemerosotan pasar saham global yang memicu dorongan tawaran safe haven untuk logam.

Spot emas naik sebesar 0,3% menjadi $1,077.15 per ons pukul 12.29WIB. Pada hari Senin, emas melonjak sebanyak 2,2% ke level tertinggi selama empat minggu di harga $1,083.30, sebelum mengakhiri hari dengan meningkat sebesar 1,3%.

Spot emas saat ini berada pada kisaran harga $1,077 dan berada didekat level resistance yang pertama pada harga $1,084.50, jika emas berhasil bergerak naik dengan memanfaatkan momentum ditengah ketegangan politik yang terjadi di Timur Tengah maka emas memiliki kemungkinan untuk melewati level resistance yang pertama. Dan terus bergerak naik mendekati level resistance yang kedua pada harga $1,094.50.

Tetapi dengan meningkatnya suku bunga AS untuk yang pertama pada bulan Desember 2015, memberikan tekanan pada emas, disisi lain memberikan dukungan terhadap dolar. Saat ini emas berada diatas level support yang pertama pada harga $ 1,063.40, jika emas terus mendapatkan tekanan maka emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak melewati level support yang pertama dan kemungkinan akan terus bergerak mendekati level support yang kedua pada harga $ 1,052.30.

Bullion, yang sering dilihat sebagai investasi alternatif selama masa ketidakpastian geopolitik dan ketidaktentuan keuangan, mendapat manfaat dari pergeseran resiko bersama dengan yen Jepang dan obligasi AS.

Eksekusi yang dilakukan oleh Arab Saudi terhadap ulama Muslim Syiah di akhir pekan telah memicu protes di kalangan Syiah di seluruh wilayah. Pemrotes Iran menyerbu kedutaan Saudi di Teheran, membakar dan menyebabkan kerusakan, mendorong Riyadh untuk memutuskan hubungan diplomatik. Arab Saudi juga mengatakan akan mengakhiri lalu lintas udara dan perdagangan dengan Teheran.

Kemerosotan sebesar 7% pada bursa saham Cina pada hari Senin dipicu oleh data ekonomi yang lemah kembali menghidupkan kekhawatiran atas pertumbuhan global pada hari pertama perdagangan tahun 2016, dan membuat saham Eropa dan AS terpukul keras.

Saham China dibuka 3% lebih rendah pada Selasa, tetapi terjadi rebound dan kemudian diperdagangkan sekitar 1% lebih tinggi.

Aksi safe haven cenderung berumur pendek dan emas bisa melihat fokus bergeser kembali ke kebijakan moneter AS dengan segera.

Emas turun sebesar 10% tahun lalu di tengah kekhawatiran tingkat suku bunga AS yang lebih tinggi akan menurunkan permintaan untuk aset yang tidak membayar bunga, sementara meningkatkan dolar. Sebuah penguatan greenback membuat emas yang berdenominasi mata uang dolar menjadi lebih mahal untuk pemegang mata uang lainnya.

Sentimen investor masih bearish. Hedge fund dan manajer keuangan mendorong posisi short bersih mereka di COMEX Gold ke rekor baru pada minggu ke 29 Desember, data pemerintah AS menunjukkan hal tersebut pada hari Senin.