Emas Naik Pasca 2 Hari Turun, Kecemasan Cina Beri Dukungan

(MentariMulia) – Emas bergerak menuju level yang lebih tinggi pada hari Selasa, mengakhiri dua sesi penurunan, seiring kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi China dan tekanan pada pasar saham kembali menghidupkan status safe haven logam mulia.

Saham Asia bergerak didekat posisi terendah selama empat tahun dan harga minyak melemah didekat posisi terendah selama 12 tahun dengan investor cemas atas apakah Beijing mungkin akan kehilangan kontrol ekonominya.

Spot emas menguat sebesar 0,2% menjadi $1,097.50 per ons pada pukul 12.21WIB, sementara emas berjangka AS sedikit berubah pada $1,096.1.

Dengan adanya kekhawatiran atas perekonomian Cina dan tekanan pada pasar saham ini memberikan sebuah dukungan terhadap emas. Spot emas saat ini berada pada kisaran harga $1,097 berada didekat level resistance yang pertama pada harga $ 1,103.77, jika emas berhasil melewati level resistance yang pertama maka emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak mendekati level resistance yang kedua pada harga $ 1,113.53.

Dengan spot emas yang berada diatas level support yang pertama pada harga $1,088.87, jika emas terus mengalami tekanan maka emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak mendekati level support yang pertama jika berhasil dilewati oleh emas. Emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak mendekati level support yang kedua pada harga $ 1,083.73.

Indeks saham utama Cina turun lebih dari 5% pada hari Senin. Harga minyak telah jatuh ke posisi terendah selama 12 tahun baru-baru ini, karena kekhawatiran atas China yang akan membebani harga komoditas secara luas.

Dari awal 2016, pasar telah diguncang oleh terjunnya saham China, jatuhnya yuan dan intervensi berat yang dilakukan oleh otoritas China.

China adalah konsumen emas terbesar didunia dengan konsumsi sekitar 1.000 ton per tahun.

Emas yang sering dianggap sebagai alternatif investasi selama masa ketidakpastian keuangan, meskipun aksi rally safe haven yang cenderung berumur pendek.

Keuntungan dalam harga emas kemungkinan akan dibatasi oleh kekhawatiran bahwa suku bunga AS yang lebih tinggi akan menurunkan permintaan untuk asset yang tidak membayar bunga, sementara meningkatkan dolar. The Fed menaikkan suku bunga pada bulan Desember dan perhatian telah bergeser ke berapa kenaikan yang akan terjadi pada tahun 2016.

Kepemilikan di ETF emas terbesar di dunia naik sebesar 0,69% pada Jumat, data menunjukkan.