FOREX Economic News

Posts

Ekspor Korea Merosot 8.3% Bulan September

Ekspor KorSel menyusut untuk bulan kesembilan berturut-turut di bulan September atas permintaan global yang lesu, menurut data sementara dari Departemen Perdagangan, Industri dan Energi.

Ekspor turun 8.3% dari tahun sebelumnya menjadi $43.51 milyar, setelah direvisi jatuh 14.9% pada bulan Agustus, data menunjukkan.

Ekspetasi pasar memperkirakan adanya penurunan sebesar 9.4%.

Pengiriman luar negeri melemah dan menjadi kekhawatiran bagi Korea, yang mendapatkan setengah dari pertumbuhan output dan ekspor. 

Permintaan global yang lemah, perlambatan China dan pemulihan yang juga lemah dari zona euro telah membebani ekspor.

Impor anjlok 21.8% dari tahun sebelumnya menjadi $34.56 milyar di bulan September, menyusul penurunan 18.3% di bulan Agustus. 

Surplus perdagangan melebar menjadi $8.94 milyar di bulan September dari bulan sebelumya $4.27 milyar.

Penjualan Ritel Jepang Naik 0.8%

Penjualan ritel Jepang naik 0.8% pada bulan Agustus dari tahun sebelumnya, kata pemerintah di hari Rabu, meskipun konsumsi domestik tetap lamban, tapi wisatawan dari China, telah membantu mendorong penjualan di gerai ritel besar di kota-kota besar.

Angka tersebut mengikuti kenaikan 1.8% pada bulan Juli, menurut data yang dirilis oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri.

Penjualan ritel skala besar naik 1.8% per tahun, setelah penyesuaian untuk perubahan jumlah toko, menurut data yang dirilis oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri.

Pengeluaran rumah tangga tertahan, menyusul adanya peningkatan pajak penjualan nasional pada bulan April 2014 dan penurunan tajam dalam nilai yen. Lemahnya yen telah membuat barang-barang impor seperti makanan, lebih mahal dibandingkan di toko sehingga hal ini mengurangi daya beli konsumen.

Pengeluaran rumah tangga juga telah terbebani oleh pertumbuhan upah yang lamban. Perusahaan-perusahaan Jepang enggan untuk berkomitmen tentang upah besar, menyusul ketidakpastian tentang prospek ekonomi Jepang dan global.